BANYUWANGI, KUA Tegaldlimo – Momentum astronomis langka Rashdul Qiblat (Istiwa A'zham) dimanfaatkan secara optimal oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Pada Rabu (15/07), KUA Tegaldlimo memimpin langsung gerakan kalibrasi massal arah kiblat yang melibatkan berbagai masjid bersejarah dan lembaga pendidikan terkemuka di wilayah setempat.
Aksi serentak ini digelar dalam rangka menyukseskan "Indonesia Berkiblat", sebuah Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Qiblat yang diinisiasi secara masif oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) di seluruh penjuru tanah air.
Memanfaatkan Fenomena Alam untuk Akurasi Ibadah
Rashdul Qiblat merupakan fenomena alam tahunan di mana posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah, Arab Saudi. Pada momen krusial inilah, bayangan benda tegak lurus di mana pun di belahan bumi yang mendapat sinar matahari akan mengarah tepat ke kiblat.
Di wilayah Tegaldlimo, pengukuran dilakukan secara presisi dengan melibatkan dua klaster utama, yakni tempat ibadah dan institusi pendidikan. Beberapa titik yang menjadi lokus utama gerakan ini antara lain; Masjid Besar At-Taqwa Kecamatan Tegaldlimo (sebagai pusat peribadatan tingkat kecamatan), Masjid Jami Miftahul Ulum Desa Kedungwungu, Masjid Jami Nurul Huda Desa Kedungwungu, SMKS Muhammadiyah 3 Tegaldlimo, SMAN 1 Tegaldlimo.
Keterlibatan sekolah dalam agenda ini dinilai strategis karena tidak hanya bertujuan memverifikasi arah kiblat tempat ibadah sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan literasi ilmu falak (astronomi Islam) praktis bagi para siswa.
Pendampingan Melekat oleh Penyuluh Agama Islam
Untuk memastikan keakuratan hasil pengukuran di lapangan, KUA Tegaldlimo menerjunkan Tim Penyuluh Agama Islam fungsional yang memiliki kompetensi di bidangnya. Proses verifikasi dan kalibrasi ini didampingi langsung oleh empat personel penyuluh, yaitu Sulis Nuhriyati Saudiyah, Fazza Rousi, Siti Wasi'ah, dan Wahyu Fadhli Pribadi.
Para penyuluh memandu para takmir masjid, guru, dan perwakilan siswa dalam memasang instrumen pengukuran sederhana namun akurat, seperti bandul kompas dan tiang tegak lurus (lurus vertikal). Tepat pada jam yang ditentukan, sinkronisasi bayangan matahari dilakukan serentak di lima titik tersebut.
Apresiasi Kepala KUA Tegaldlimo
Kesuksesan jalannya agenda nasional di tingkat akar rumput ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala KUA Tegaldlimo, Lukman Hakim. Ia menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi yang harmonis antara pihak KUA, pengurus masjid, dan dunia pendidikan.
"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penyuluh agama Islam yang sigap di lapangan, serta para takmir masjid dan kepala sekolah yang menyambut antusias gerakan ini. Gerakan 'Indonesia Berkiblat' bukan sekadar rutinitas seremonial. Ini adalah ikhtiar ilmiah dan syar'i untuk memberikan kepastian, rasa mantap, dan kekhusyukan bagi umat Islam dalam mendirikan ibadah shalat," tegas Lukman Hakim saat memantau pelaksanaan kegiatan.
Lukman menambahkan bahwa hasil dari kalibrasi ini akan menjadi acuan bagi masjid dan sekolah terkait, sehingga jika ditemukan pergeseran arah, dapat segera disesuaikan tanpa harus merubah struktur bangunan fisik masjid, melainkan cukup dengan menyesuaikan garis shaf salatnya.
Melalui suksesnya gerakan nasional 1.448K Rashdul Qiblat di wilayah Tegaldlimo ini, KUA Tegaldlimo berharap sinergi berbasis edukasi keagamaan seperti ini dapat terus berlanjut guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap integrasi sains dan agama dalam kehidupan sehari-hari. (Wah)
