Keutamaan Bulan Safar dalam Perspektif Islam

 

Keutamaan Bulan Safar dalam Perspektif Islam

Oleh; Syarif Nur Hasan, S.H

Penyuluhan di MT Nurul Amin Kedungagung-Bangorejo dengan materi Keutamaan Bulan Shofar, dengan ringkasan sebagai berikut, Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah bulan Muharram. Di tengah masyarakat masih berkembang berbagai anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan yang penuh kesialan, sehingga sebagian orang enggan melaksanakan pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, atau kegiatan penting lainnya pada bulan ini. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang benar dalam ajaran Islam.

Islam mengajarkan bahwa semua waktu yang Allah ciptakan memiliki nilai dan hikmah. Tidak ada satu bulan pun yang secara zat membawa kesialan ataupun keberuntungan, kecuali berdasarkan dalil yang sahih.

Tidak Ada Kesialan pada Bulan SafarRasulullah ﷺ bersabda:"Lā 'adwā wa lā ṭiyarata wa lā hāmata wa lā ṣafar." "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada keyakinan tentang burung hantu sebagai pertanda buruk, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjadi landasan bahwa anggapan bulan Safar sebagai bulan sial merupakan kepercayaan jahiliah yang telah dibatalkan oleh Rasulullah ﷺ.

Keutamaan Bulan Safar.

Walaupun tidak terdapat ibadah khusus yang disyariatkan hanya pada bulan Safar, umat Islam tetap dapat meraih berbagai keutamaan dengan memperbanyak amal saleh, di antaranya:

Momentum meningkatkan ketakwaan kepada Allah

Setiap pergantian bulan Hijriah menjadi pengingat agar seorang muslim terus memperbaiki diri melalui ibadah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Menanamkan sikap tawakal.

Bulan Safar mengajarkan umat Islam agar tidak terpengaruh oleh mitos maupun tahayul. Seorang muslim hanya bergantung kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas izin-Nya.

Memperbanyak amal saleh

Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk senantiasa berlomba dalam kebaikan kapan pun waktunya. Sedekah, silaturahmi, membantu sesama, dan menjaga akhlak mulia merupakan amalan yang berpahala sepanjang tahun.

Meluruskan akidah. 

Safar menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat agar meninggalkan keyakinan yang bertentangan dengan tauhid, seperti mempercayai hari atau bulan tertentu membawa kesialan.

Amalan yang Dianjurkan.

Pada bulan Safar, umat Islam dianjurkan untuk:

Melaksanakan salat wajib dan sunnah dengan khusyuk.

Membaca Al-Qur'an setiap hari.

Memperbanyak istighfar dan dzikir.

Bersedekah kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan.

Menjalin silaturahmi serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

Berdoa memohon keselamatan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Bulan Safar bukanlah bulan kesialan. Sebaliknya, ia merupakan bagian dari perjalanan waktu yang Allah SWT ciptakan sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan. Seorang muslim hendaknya menjauhi segala bentuk tahayul dan keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat, serta menggantinya dengan tawakal, ikhtiar, dan doa kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa memanfaatkan setiap waktu untuk beribadah dan beramal saleh, sehingga memperoleh keberkahan di dunia dan akhirat. Aamiin.www//kuabango.co.id

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama