KUA SRONO - BANYUWANGI, 3 Juli 2026 – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Srono, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (03/06/2026) pagi. Keluarga besar KUA Srono menggelar acara kenal pamit untuk salah satu Penyuluh Agama Islam terbaiknya, Badrul Komari, S.H.I., yang akan berpindah tugas setelah mengabdikan diri selama tiga tahun lima bulan di kecamatan ini. Berdasarkan informasi yang beredar, sosok yang dikenal berdedikasi tinggi ini akan melanjutkan estafet pengabdiannya di KUA Kecamatan Licin.
Selama bertugas di KUA Srono, Badrul
Komari dikenal luas sebagai pegawai yang memiliki kedisiplinan dan loyalitas
tanpa batas terhadap lembaga. Tak heran jika komitmen dan integritasnya
tersebut pernah dianugerahi penghargaan bergengsi Satyalancana dari pemerintah,
sebuah bukti nyata dari dedikasi totalnya dalam melayani masyarakat.
Apresiasi Tinggi dari
Kepala KUA Srono
Kepala KUA Srono, H. Fahrus Shoffi,
dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kinerja
luar biasa yang telah ditunjukkan oleh Badrul Komari selama ini. Beliau
mengakui bahwa dedikasi Badrul telah memberikan warna dan kontribusi besar bagi
kemajuan pelayanan keagamaan di Srono.
"Atas nama pribadi, pimpinan, serta
mewakili seluruh keluarga besar KUA Srono, kami mengucapkan terima kasih yang
tak terhingga atas dedikasi dan kinerja luar biasa Pak Badrul selama bertugas
di sini. Kehilangan sosok seperti beliau tentu berat bagi kami, namun tugas
negara memanggil. Kami mendoakan semoga Pak Badrul selalu diberikan kesehatan,
kelancaran, dan kesuksesan di tempat tugas yang baru," ujar Fahrus Shoffi
penuh kehangatan.
Pamitan Penuh Haru dan
Parian Khas Banyuwangian
Sementara itu, Badrul Komari dalam
sambutan pamitannya tidak dapat menyembunyikan rasa emosionalnya. Ia
mengungkapkan betapa melekatnya kebersamaan yang telah terjalin dengan seluruh
staf dan masyarakat Srono.
"Tiga tahun lima bulan tentu bukan
waktu yang singkat untuk sebuah kebersamaan yang begitu erat. Meninggalkan
tempat ini terasa sangat berat bagi saya. Namun, sebagai abdi negara, ini
adalah tugas dan amanah yang harus dijalankan. Kami tidak bisa selain
melaksanakan apa yang telah ditetapkan pada diri kami untuk melanjutkan
pengabdian di tempat baru," ungkap Badrul dengan suara bergetar.
Sebagai sosok yang dikenal piawai dalam
merangkai sastra lokal, Badrul Komari menutup sambutannya dengan sebuah parian (pantun tradisional) khas Banyuwangian yang
sukses membuat suasana semakin menyentuh hati sekaligus membawa senyum
kebanggaan bagi mereka yang hadir:
"Bawang-bawang lobok uyah terasi,
Pindhang koyong ragine kuning.
Kakang mbok kula nyuwun permisi,
Liya dina ketemu maning."
Acara kemudian diakhiri dengan Do’a dan
foto bersama. Selamat bertugas di tempat baru, Pak Badrul Komari. Dedikasimu di
KUA Srono akan selalu dikenang. Terimakasih atas kebersamaannya selama ini
(idear)
