Muncar (Humas) — Dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat Tahun 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Muncar menggelar sosialisasi dan praktik pengukuran arah kiblat di MTsN 4 Banyuwangi, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Muncar bersama para Penyuluh Agama Islam sebagai upaya meningkatkan pemahaman peserta didik dan tenaga pendidik mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah salat.
Kegiatan diikuti oleh kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan peserta didik MTsN 4 Banyuwangi. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pengukuran arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat yang akan berlangsung pada 15–16 Juli 2026.
Kepala KUA Kecamatan Muncar menjelaskan bahwa Rashdul Kiblat merupakan fenomena astronomi ketika Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.
"Momentum Rashdul Kiblat merupakan kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat masjid, musala, maupun rumah tinggal. Metode ini sederhana, mudah dilakukan, dan memiliki tingkat ketelitian yang tinggi apabila dilaksanakan sesuai prosedur," ujarnya.
Dalam sesi sosialisasi, para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Muncar memaparkan konsep dasar Rashdul Kiblat, tata cara pelaksanaan pengukuran, serta pentingnya sinkronisasi waktu sebelum melakukan pengamatan. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai penggunaan alat sederhana seperti tongkat atau bandul yang dipasang tegak lurus sebagai penunjuk arah bayangan Matahari.
Usai penyampaian materi, seluruh peserta mengikuti praktik lapangan di halaman MTsN 4 Banyuwangi. Dengan pendampingan para penyuluh, peserta melakukan simulasi penentuan arah kiblat berdasarkan bayangan benda tegak lurus sesuai waktu terjadinya fenomena Rashdul Kiblat.
Kepala MTsN 4 Banyuwangi menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan KUA Kecamatan Muncar. Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga memperkenalkan ilmu falak secara praktis kepada warga madrasah.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Muncar berharap para guru dan peserta didik dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan informasi mengenai tata cara verifikasi arah kiblat kepada keluarga dan masyarakat. Sosialisasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen KUA Kecamatan Muncar dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan melalui edukasi yang mudah dipahami, aplikatif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

