Sinergi KUA dan Madrasah, Penyuluh Agama Islam Kalibaru Gelar Sosialisasi Rashdul Qiblat di MTsN 11 Banyuwangi


 BANYUWANGI – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibaru terus berkomitmen memberikan edukasi keagamaan yang praktis dan aplikatif kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Terbaru, Penyuluh Agama Islam KUA Kalibaru menggelar kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pengukuran Rashdul Qiblat di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 11 Banyuwangi (Kalibaru), pada Senin, 13 Juli 2026.

​Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para guru, staf, serta perwakilan siswa-siswi MTsN 11 Banyuwangi. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman ilmiah sekaligus syar'i mengenai metode penentuan arah kiblat yang presisi menggunakan fenomena astronomis Rashdul Qiblat (ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah).

​Kordinator penyuluh KUA Kalibaru dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemahaman tentang arah kiblat merupakan hal yang sangat fundamental dalam ibadah salat.

​"Selama ini masih banyak masyarakat yang menentukan arah kiblat hanya berdasarkan perkiraan atau mengikuti bangunan yang sudah ada. Melalui sosialisasi di madrasah ini, kami ingin membekali generasi muda dan para pendidik dengan metode yang mudah, murah, dan sangat akurat," ujarnya.

​Sementara itu, Kepala MTsN 11 Banyuwangi menyambut baik dan mengapresiasi langkah progresif dari KUA Kalibaru. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sains (ilmu falak) yang nyata bagi dewan guru yang hadir.

​Dalam sesi materi, Penyuluh Agama Islam KUA Kalibaru memaparkan secara detail mengenai:

  • Konsep Dasar Rashdul Qiblat: Fenomena astronomis tahunan saat posisi matahari tepat berada di atas lintang Ka'bah (Mekkah).
  • Alat yang Dibutuhkan: Sangat sederhana, cukup menggunakan bandul, tiang tegak lurus (tongkat), dan benang.
  • Metode Kalibrasi: Cara mencocokkan waktu lokal secara presisi dengan jam BMKG/RRI sebelum melakukan pengukuran bayangan.

​Setelah pemaparan teori, para peserta diajak langsung menuju lapangan madrasah untuk melakukan simulasi dan praktik pengukuran arah kiblat secara riil. Dengan memanfaatkan bayangan benda tegak lurus pada jam yang telah ditentukan, para siswa dibimbing untuk menarik garis arah kiblat yang presisi.

​Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para siswa dan guru MTsN 11 Banyuwangi dapat menularkan ilmu yang didapat kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing, sehingga akurasi arah ibadah umat Islam di wilayah Kalibaru semakin terjaga.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama