Bimbingan Remaja Usia Sekolah Digelar di MAN 3 Banyuwangi, 271 Siswa Kelas XII Ikuti Pembinaan

 


BANYUWANGI (Bimas Islam) – Sebanyak 271 siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi mengikuti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di MAN 3 Banyuwangi, Kecamatan Srono, tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memberikan pembinaan, pendampingan, dan edukasi kepada remaja usia sekolah agar mampu mengenali potensi diri, menghadapi tantangan perkembangan, serta mempersiapkan masa depan secara sehat dan bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, 271 peserta dibagi menjadi lima kelompok. Para siswa mengikuti pembelajaran secara interaktif dengan materi yang berkaitan langsung dengan kehidupan remaja, mulai dari penggalian potensi diri, pembentukan karakter remaja Qur’ani, pengelolaan emosi, pergaulan sehat, hingga pencegahan kenakalan remaja dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Banyuwangi, H. Mastur, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan BRUS dirancang sebagai pembekalan karakter dan mental bagi siswa yang berada di penghujung masa pendidikan menengah.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan bekal kepada siswa kelas XII yang sebentar lagi akan lulus dan terjun langsung ke tengah masyarakat,” ujar Mastur saat diwawancarai Jurnalis MAN 3 Banyuwangi.

Menurut Mastur, masa transisi setelah lulus sekolah merupakan fase penting bagi remaja. Karena itu, mereka tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter, ketahanan mental, kemampuan mengambil keputusan, serta kecakapan dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat. Ia menilai pembinaan remaja usia sekolah merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

“Remaja perlu mendapatkan pendampingan agar mampu mengenali dirinya, mengelola emosi, membangun pergaulan yang sehat, serta mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai pengaruh lingkungan maupun media sosial,” katanya.

Chaironi menjelaskan, BRUS tidak hanya membahas perkembangan fisik remaja, tetapi juga mencakup aspek mental, emosional, sosial, kesehatan, karakter, pergaulan, serta perencanaan masa depan.

Pembinaan tersebut sekaligus diarahkan untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat menghambat masa depan remaja, seperti pernikahan usia anak, kekerasan, perundungan atau bullying, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku seksual berisiko. 


Selain itu, peserta didorong memiliki kemampuan berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, mengelola emosi, dan membangun hubungan sosial yang positif. Nilai-nilai moderasi, toleransi, tanggung jawab, dan produktivitas juga menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta.

Pelaksanaan BRUS turut melibatkan fasilitator dari berbagai unsur, termasuk perguruan tinggi dan kalangan akademisi serta lembaga terkait yang telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama. Pendekatan tersebut membuat proses pembinaan lebih variatif dan memberi ruang bagi peserta untuk berdialog serta menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Kepala MAN 3 Banyuwangi, Bambang Irawan, menyampaikan apresiasi kepada Seksi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi yang telah memilih MAN 3 Banyuwangi sebagai salah satu lokasi pelaksanaan BRUS.

“Kami menyampaikan terima kasih karena MAN 3 Banyuwangi mendapatkan kesempatan menjadi tempat pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami, khususnya siswa kelas XII yang sebentar lagi akan memasuki fase kehidupan berikutnya,” ungkapnya.

Bambang menjelaskan, pelaksanaan BRUS di MAN 3 Banyuwangi merupakan bagian dari rangkaian program yang dilaksanakan secara bertahap. Program tersebut telah memasuki putaran kedua dengan menyasar angkatan 5, 6, 7, 8, dan 9.

Menurutnya, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan lokasi yang berbeda. Pada 2026, program BRUS direncanakan berlangsung setiap bulan sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan remaja usia sekolah di Kabupaten Banyuwangi.

Sepanjang kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti penyampaian materi. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif berdiskusi dan merespons berbagai pertanyaan yang diberikan fasilitator.

Melalui BRUS, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berharap pembinaan remaja tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali potensi diri, memahami tantangan kehidupan, serta menentukan pilihan yang sehat dan bertanggung jawab.

Bagi siswa kelas XII, pembekalan tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki kehidupan bermasyarakat. Dengan karakter dan mental yang kuat, para remaja diharapkan mampu menjadi generasi yang produktif, berakhlak, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama