Bimwin KUA Srono: "Jangan Tunda Momongan Karena Khawatir "Ekonomi"



KUA SRONO – BANYUWANGI, 11 Agustus 2026 - Menyiapkan generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan taat beragama merupakan salah satu tujuan utama dalam membangun bahtera rumah tangga. Memahami pentingnya fondasi tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono kembali menggelar acara Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin (Catin) yang akan melangsungkan pernikahan di wilayah kerja KUA Srono.

Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Srono, Fahrus Shoffi, S.H.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pembekalan sebelum menikah sangat vital agar para calon pengantin memiliki kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan yang cukup dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

Anak Adalah Amanah, Pilihan Momongan, dan Kuasa Rahmat Allah

Dalam sesi materi yang disampaikan oleh Umi Nadziroh dan Syaiful Bahri, para calon pengantin diajak untuk menyadari hakikat hadirnya seorang buah hati. Anak adalah amanah sekaligus titipan dari Tuhan yang wajib dijaga, disayangi, dan dididik dengan penuh kasih sayang. Orang tua memikul tanggung jawab besar untuk membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang jujur, berbudi pekerti luhur, dan taat beragama.

Para narasumber juga menyoroti dilema yang sering dihadapi pasangan muda (pengantin baru), yakni pilihan untuk langsung memiliki anak atau merencanakan penundaan. Merekaput menyikapi realitas sosial masyarakat saat ini.

"Menentukan perencanaan keluarga memang merupakan hak dan pilihan pasangan suami istri. Namun demikian, jangan sampai alasan ekonomi yang belum mapan atau belum stabil menjadi penyebab utama untuk menunda kehamilan," tegas narasumber di hadapan puluhan calon pengantin.

Penjelasan tersebut dikuatkan dengan penekanan aspek spiritual: bahwa yang menghidupkan dan menjamin rezeki manusia bukanlah seberapa besar penghasilan bulanan yang didapatkan, melainkan semata-mata karena Rahmat Allah SWT.

Mengulas Hakikat Rahmat Allah SWT dalam Rumah Tangga

Dalam ulasan materinya, Umi Nadziroh dan Syaiful Bahri menguraikan betapa luasnya Rahmat Allah SWT bagi pasangan yang melangkah ke jenjang pernikahan:

  • Rezeki Bawaan Setiap Jiwa: Setiap anak yang lahir ke dunia telah membawa bagian rezekinya masing-masing yang dijamin oleh Allah SWT. Keterbatasan ekonomi saat ini bukanlah alasan untuk takut mengemban amanah sebagai orang tua.

  • Keberkahan di Luar Hitungan Matematis: Kalkulasi rezeki dari Allah SWT sering kali hadir dalam bentuk yang tidak disangka-sangka (min haitsu laa yahtasib). Rasa cukup, kesehatan, ketenangan jiwa, dan kemudahan dalam urusan merupakan bentuk rahmat yang jauh lebih bernilai dari sekadar angka nominal penghasilan.

  • Pernikahan dan Anak sebagai Pintu Pembuka Rezeki: Menikah dan niat tulus mendidik anak-anak yang shalih/shalihah adalah sebab diturunkannya pertolongan serta kasih sayang Allah SWT kepada sebuah keluarga.


Mewujudkan Generasi Masa Depan yang Tangguh

Melalui kegiatan bimbingan perkawinan ini, KUA Srono berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan cara pandang yang tepat. Dengan menyandarkan segalanya pada rahmat dan ridha Allah SWT, diharapkan pasangan pengantin baru di wilayah Srono mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia.(idear)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama