Kemenag Banyuwangi Matangkan Persiapan Kegiatan BRUS dan BRUN Tahun 2026

 

Banyuwangi (Bimas Islam) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar Zoom Meeting dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) dan BRUN (Bimbingan Remaja Usia Nikah) pada Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pemahaman remaja mengenai kehidupan berkeluarga, nilai moderasi, serta kesiapan menghadapi kehidupan pernikahan.

Dalam arahannya, Kasi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi, Mastur, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan BRUSH tahun ini terbagi dalam 15 angkatan. Salah satu pelaksanaan BRUSH dijadwalkan berlangsung di MAN 3 Banyuwangi pada Selasa (11/8/2026).

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, memberikan penguatan terkait materi yang akan disampaikan kepada para panitia dan fasilitator. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian output berupa terlaksananya kegiatan, tetapi harus mampu memberikan outcome berupa perubahan pemahaman dan pola pikir siswa terhadap pernikahan dan kehidupan berumah tangga.

“Yang kita harapkan bukan sekadar kegiatan terlaksana, tetapi bagaimana siswa benar-benar memahami bahwa pernikahan merupakan sesuatu yang sakral dan memiliki tanggung jawab besar,” ungkapnya.

Kepala Kantor juga menekankan pentingnya penguatan mental dan psikis bagi para siswa. Menurutnya, pemahaman tentang pernikahan perlu diberikan sejak dini agar remaja memiliki bekal yang cukup dalam memandang kehidupan keluarga secara matang, bertanggung jawab, dan proporsional.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor juga menyampaikan apresiasi dan penguatan kepada jajaran MAN 3 Banyuwangi agar terus membangun sinergi dengan Kementerian Agama. Ia menyebut MAN 3 Banyuwangi sebagai salah satu madrasah yang memiliki semangat dan potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam penguatan karakter generasi muda.

“Madrasah ini paling keren. Karena itu, mari kita bangun sinergi yang kuat agar kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi siswa,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai pernikahan di tengah masyarakat tidak boleh hanya dipandang sebagai sebuah proses administratif atau seremonial. Pernikahan memiliki nilai sakral, tanggung jawab moral, sosial, dan keagamaan yang harus dipahami oleh generasi muda.

Salah satu nilai penting yang perlu ditekankan adalah moderasi dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, sikap moderat sangat diperlukan dalam membangun keluarga, terutama dalam menghadapi perbedaan karakter, pemikiran, maupun persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

“Moderasi itu penting dalam keluarga. Jangan sampai nilai moderasi semakin berkurang, karena keluarga adalah tempat pertama untuk belajar menghargai, memahami, menyelesaikan perbedaan, dan membangun kehidupan yang harmonis,” jelasnya.

Melalui kegiatan BRUS dan BRUN, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki pemahaman, kesiapan mental, dan karakter yang kuat dalam memandang pernikahan dan kehidupan berkeluarga.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dialog bersama peserta dan sekaligus menjadi bentuk sinergi antara Kementerian Agama dan madrasah dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik, berkarakter, moderat, serta mampu membangun keluarga yang harmonis di masa mendatang.(hin)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama