KUA SRONO – BANYUWANGI, 5 Agustus 2026 –
Cinta memang tak pernah mengenal batasan usia. Seolah tak mau kalah dengan
pasangan muda-mudi, Eko Mulyono (54) dan Siti Maesaroh (51), warga Desa
Rejoagung, membuktikan bahwa kebahagiaan dan romantisme bisa merekah kapan
saja.
Meski digelar di Balai Nikah Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono, suasana pernikahan pasangan yang sudah
memasuki usia kepala lima ini berlangsung begitu meriah, hangat, dan penuh
kekhidmatan.
Kemeriahan yang Tak
Kalah dengan Pengantin Muda
Sejak pagi, rombongan pengantar dari
kedua belah pihak tampak berduyung-duyung memenuhi ruangan KUA Srono. Gelak
tawa dan rona bahagia menyelimuti seluruh sudut ruangan, mengiringi langkah Eko
dan Siti yang sama-sama berstatus duda dan janda untuk memulai lembaran hidup
baru bersama.
Prosesi ijab kabul dipimpin langsung
oleh penghulu Muhammad Fauzan Ansori. Suasana sakral tersebut terasa
begitu cair dan akrab berkat penyampaian sang penghulu yang diselingi celotehan
segar, yang tak jarang memancing tawa renyah dari para saksi dan pengantar yang
hadir.
"Alhamdulillah, sudah sah... Saya
punya suami lagi," cetus Siti Maesaroh sambil tersipu malu sesaat
setelah kata "sah" bergema di ruangan. Sontak, celotehan polos itu
disambut tawa gemuruh dan tepuk tangan bahagia dari seluruh tamu undangan.
Bukti Cinta Sejati di
Usia Senja
Pernikahan Eko Mulyono dan Siti Maesaroh
menjadi momen hangat yang membuktikan bahwa pernikahan di usia lanjut sama
sekali tidak mengurangi kesakralan maupun kemeriahan pesta. Keberanian dan ketulusan
keduanya untuk saling mendampingi di masa tua justru menjadi inspirasi manis
bagi warga sekitar.
Selamat untuk Pak Eko dan Bu Siti,
semoga menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah
hingga akhir hayat!
