Intensifkan Bimbingan Perkawinan: Ingatkan Calon Pengantin Pentingnya Menjaga Sholat Lima Waktu

KUA SRONO – BANYUWANGI, 14 Oktober 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di wilayah kerja KUA Srono. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membekali pasangan calon suami istri dalam membangun ketahanan mental, spiritual, dan emosional sebelum memasuki gerbang rumah tangga.

Pelaksanaan Bimwin ini merujuk pada ketentuan Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 30 Tahun 2024, di mana mengikuti Bimbingan Perkawinan kini ditetapkan sebagai syarat wajib bagi seluruh calon pengantin sebelum melangsungkan akad nikah dan pencetakan buku nikah.

 

Bertindak selaku pemateri dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Srono, Syaiful Bahri, memberikan pembekalan mendalam terkait pentingnya kesiapan mental dan spiritual. Dalam pemaparannya, Syaiful secara khusus mengajak para peserta untuk senantiasa memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah SWT, dengan menitikberatkan pada kewajiban mendirikan sholat lima waktu.

 

Uraian: Pentingnya Menjaga Sholat Lima Waktu dalam Kehidupan Rumah Tangga

Sholat lima waktu bukan sekadar kewajiban ritual harian, melainkan tiang agama sekaligus kompas moral yang akan membimbing biduk rumah tangga agar senantiasa berada di jalan yang diridhoi Allah SWT. Dalam arahannya kepada para calon pengantin, Syaiful Bahri menyampaikan beberapa poin penting mengenai rasionalitas waktu dan esensi sholat dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Alokasi Waktu yang Sangat Singkat Dibandingkan Aktivitas Lain

Dalam kurun waktu 24 jam sehari semalam, jika dihitung dan dibulatkan secara akumulatif, pelaksanaan sholat lima waktu sebenarnya hanya membutuhkan waktu total sekitar 20 hingga 25 menit saja.

    • Faktanya: Dari 1.440 menit yang dikaruniakan Allah SWT setiap harinya, porsi yang kita gunakan untuk menghadap-Nya sangatlah kecil. Masih jauh lebih banyak waktu tersisa (sekitar 1.415 menit) yang leluasa digunakan untuk bekerja, beristirahat, bersosialisasi, dan mengurus keluarga. Oleh karena itu, tidak ada alasan kesibukan duniawi atau persiapan pernikahan yang dapat dijadikan pembenaran untuk meninggalkan sholat.
  1. Sholat sebagai Pengendali Diri dan Pembimbing Hidup Lebih Baik

Memasuki kehidupan pernikahan berarti menyatukan dua kepala dengan latar belakang yang berbeda. Tantangan, perbedaan pendapat, dan dinamika rumah tangga pasti akan hadir. Dengan menjaga sholat lima waktu secara disiplin, pasangan suami istri akan terlatih untuk memiliki kedisiplinan diri, ketenangan batin, serta kemampuan mengelola emosi. Sholat berfungsi sebagai rem spiritual yang membentengi diri dari perbuatan keji dan mungkar.

  1. Fondasi Berkah dan Keharmonisan Keluarga

Keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah berawal dari individu yang taat kepada Tuhannya. Ketika suami dan istri berkomitmen untuk menjaga sholat secara berjamaah atau saling mengingatkan dalam kebaikan, maka rumah tangga tersebut akan dinaungi ketenangan dan keberkahan rezeki. Sholat menjadi sarana komunikasi vertikal terbaik untuk memohon solusi atas setiap permasalahan rumah tangga yang dihadapi.

Melalui bimbingan ini, KUA Srono berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif dan materiil, tetapi juga siap secara spiritual, menjadikan sholat lima waktu sebagai prioritas utama dan fondasi utama dalam membangun keluarga sakinah.(idear)

 

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama