Banyuwangi (KUA Cluring) – Persiapan menikah juga membutuhkan pemahaman tentang keamanan keluarga dan risiko keuangan. Hal tersebut menjadi perhatian dalam Bimbingan Perkawinan (Bimwin) KUA Cluring yang menghadirkan Kapolsek Cluring, Bapak Putu, untuk memberikan pembinaan kepada tujuh pasang calon pengantin, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan berlangsung di Balai Nikah KUA Cluring. Peserta mengikuti bimbingan secara tatap muka dan daring melalui Google Meet.
Kehadiran Kapolsek menjadi bagian istimewa dalam Bimwin kali ini. Bapak Putu menyampaikan materi tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), judi online atau judol, serta pinjaman online atau pinjol. Ketiga tema tersebut melengkapi pembekalan calon pengantin untuk membangun keluarga sakinah.
Pembahasan KDRT mengajak peserta memahami pentingnya keamanan dan sikap saling menghormati dalam perkawinan. Sementara itu, materi judol dan pinjol membuka ruang bagi calon pengantin untuk mengenali risiko aktivitas digital serta keputusan keuangan yang dapat memengaruhi kehidupan keluarga.
Keterlibatan Kapolsek memperluas cakupan Bimwin. Calon pengantin memperoleh bekal keagamaan sekaligus wawasan untuk mengantisipasi persoalan rumah tangga sejak sebelum menikah.
Merencanakan Kehidupan Bersama hingga Akhir Hayat
Kepala KUA Cluring, Gufron Musthofa, mengajak peserta mendiskusikan masa depan melalui materi “Sungai Kehidupan”. Calon pengantin menyusun gambaran tentang apa yang ingin mereka capai bersama dalam lima tahun, sepuluh tahun, hingga akhir hayat.
Diskusi tersebut memberi kesempatan kepada pasangan untuk menyampaikan harapan, mengenali prioritas, dan menyepakati tujuan kehidupan keluarga.
“Apa yang ingin dicapai bersama dalam lima tahun, sepuluh tahun, hingga akhir hayat? Bicarakan sejak sekarang agar suami dan istri memahami tujuan yang mereka sepakati,” ujar Gufron.
Penghulu KUA Cluring, Gunawan, melengkapi pembekalan dengan materi fikih munakahat. Peserta memperoleh wawasan tentang ketentuan perkawinan dalam Islam serta hak dan kewajiban suami istri sebagai dasar menjalankan tanggung jawab keluarga.
Memahami Pasangan dan Menyiapkan Generasi Berkualitas
Haris Shofiudin, Penyuluh Agama Islam KUA Cluring, berbagi materi tentang bahasa cinta dan pilar keluarga sakinah. Pembahasan ini mengajak calon pengantin mengenali cara pasangan memberikan perhatian dan merasa dihargai.
“Jangan hanya berharap pasangan memahami kebutuhan kita. Sampaikan dengan baik, dengarkan kebutuhannya, dan sepakati cara untuk saling memberi perhatian,” tutur Haris.
Melalui materi tersebut, peserta diajak membangun komunikasi terbuka, menjaga komitmen, dan melibatkan pasangan dalam keputusan keluarga.
Ahmad Jauhari Fadli, Penyuluh Agama Islam KUA Cluring, menyampaikan materi tentang membentuk generasi berkualitas. Pembahasan ini menempatkan kesiapan menjadi orang tua sebagai bagian penting dari persiapan perkawinan.
“Mempersiapkan generasi berkualitas dimulai dari kesiapan orang tua untuk belajar, memberi teladan, dan mendampingi anak secara bertanggung jawab,” ungkap Ahmad Jauhari Fadli.
Sementara itu, Lailia Mufida, Penyuluh Agama Islam KUA Cluring, membahas dinamika keluarga. Peserta diajak memahami perubahan dan perbedaan pendapat yang dapat muncul dalam perkawinan serta pentingnya mencari penyelesaian bersama.
“Ketika menghadapi perbedaan, beri ruang untuk saling mendengar. Bicarakan persoalannya dan cari penyelesaian bersama,” ujar Lailia.
Melalui pembinaan Kapolsek dan rangkaian materi keluarga sakinah, KUA Cluring berharap calon pengantin semakin siap memasuki kehidupan perkawinan. Bekal ini diharapkan membantu pasangan membangun rumah tangga yang aman, saling menghormati, cermat dalam mengambil keputusan keuangan, serta mampu mendampingi tumbuh kembang anak. (Hr.S)


Barakallah. Terus bergerak untuk manfaat yang berdampak.
BalasHapus