Kultum Pagi di Masjid Ar-Royan, Gus Badar Ajak ASN Kemenag Tingkatkan “Setoran” Ibadah kepada Allah SWT


BANYUWANGI (Bimas Islam)
– Keseimbangan dalam kehidupan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga bagaimana manusia menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan bekal akhirat. Pesan tersebut disampaikan Badrudin Kamal, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Genteng, dalam kegiatan kultum pagi di Masjid Ar-Royan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., bersama seluruh ASN Muslim di lingkungan Kemenag Banyuwangi tersebut diawali dengan pelaksanaan salat Duha berjamaah.

Dalam tausiyahnya, Badrudin Kamal yang akrab disapa Gus Badar mengangkat analogi keseimbangan keuangan melalui istilah saldo debet dan kredit. Menurutnya, sebagaimana seseorang memperhatikan keseimbangan transaksi dalam keuangan, manusia juga perlu memperhatikan keseimbangan antara apa yang diterima dan apa yang disetorkan dalam bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan setoran ibadah kepada Allah SWT. Sebab, kehidupan manusia sesungguhnya telah dipenuhi berbagai pemberian dan nikmat yang tidak terhitung jumlahnya. Karena itu, ibadah semestinya tidak semata-mata diposisikan sebagai sarana untuk meminta sesuatu.

“Doa bukan sekadar urusan meminta-minta. Doa merupakan bagian dari ibadah sekaligus bentuk ketaatan kita terhadap perintah Allah SWT,” ungkapnya.

Gus Badar juga mengingatkan agar manusia tidak menjadikan ibadah sebagai semacam transaksi yang hanya dilakukan ketika memiliki kepentingan tertentu, terutama berkaitan dengan urusan ekonomi dan kebutuhan duniawi.

Menurutnya, manusia beribadah bukan semata-mata karena mengharapkan sesuatu diberikan oleh Allah, melainkan karena telah begitu banyak pemberian Allah yang diterima dalam kehidupannya.

“Kita beribadah bukan karena sedang meminta sesuatu, tetapi karena kita telah diberikan begitu banyak sesuatu oleh Allah SWT,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa rasa syukur seharusnya mendahului keinginan untuk terus meminta. Kesehatan, kesempatan hidup, keluarga, pekerjaan, hingga kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari merupakan nikmat yang patut disyukuri melalui peningkatan kualitas ibadah.

Melalui kultum pagi ini, ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi diajak untuk tidak hanya menjaga keseimbangan dalam menjalankan tugas kedinasan dan memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Kegiatan kultum pagi di Masjid Ar-Royan menjadi salah satu ruang pembinaan rohani bagi ASN Muslim Kemenag Banyuwangi. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa pengabdian sebagai aparatur negara perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas iman, ibadah, dan rasa syukur.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama