GLENMORE – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Glenmore menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah bagi para calon pengantin (catin) hari ini. Bertempat di aula KUA Glenmore, pembekalan intensif ini diikuti oleh 10 pasang calon pengantin yang siap melangkah ke jenjang pernikahan.
Agenda rutin ini sengaja digelar untuk memberikan fondasi mental dan spiritual yang kokoh bagi para calon pasangan. Menariknya, dalam bimbingan kali ini, panitia mengangkat tema yang sangat realistis dan dekat dengan kehidupan pascapernikahan: "Keluarga Harmonis dari Konflik yang Tak Manis".
Mengubah Konflik Menjadi Harmoni
Hadir sebagai pemateri utama adalah dua tokoh agama sekaligus fasilitator berpengalaman, Gus Bisri Mustofa dan Mahfudz Rozi. Keduanya secara bergantian mengupas tuntas bagaimana dinamika rumah tangga pasti akan menemui riak-riak perbedaan pendapat.
"Tidak ada rumah tangga yang sepi dari masalah. Namun, konflik yang tidak manis justru bisa menjadi perekat yang kuat jika dikelola dengan ilmu dan kesabaran," ujar Gus Bisri Mustofa di hadapan para peserta.
Dalam pemaparannya, Gus Bisri dan Mahfudz Rozi menekankan beberapa poin penting dalam manajemen konflik rumah tangga, di antaranya:
Komunikasi Sehat:Menurunkan ego dan menghindari kalimat yang saling menyudutkan saat terjadi perselisihan.
Penyelesaian Internal: Tidak mengumbar masalah rumah tangga ke media sosial atau pihak ketiga yang tidak kompeten.
Saling Memahami Peran:Menyadari hak dan kewajiban masing-masing agar tercipta hubungan yang seimbang (sakinah, mawaddah, wa rahmah).
Sebanyak 10 pasang catin yang hadir tampak sangat antusias mengikuti jalannya materi. Suasana bimbingan berlangsung interaktif, diselingi dengan sesi tanya jawab dan simulasi pemecahan masalah (studi kasus) yang kerap memicu perdebatan dalam rumah tangga baru.
Kepala KUA Glenmore berharap, melalui bimbingan pra-nikah dengan materi yang aplikatif ini, angka perselisihan hingga perceraian di wilayah Glenmore dapat ditekan secara signifikan. Dengan bekal ilmu yang mumpuni, 10 pasangan ini diharapkan siap membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan mampu melewati setiap badai konflik dengan bijak.
