KUA SRONO, BANYUWANGI 10 Juni 2026 – Suasana
khidmat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono, Banyuwangi, seketika
berubah menjadi penuh haru dan kebahagiaan pada Rabu (10/06/2026) pagi.
Lantunan lagu "Mabruk Alfa Mabruk"
bergema indah di setiap sudut ruangan, menandai sebuah momen spesial bagi salah
satu insan terbaiknya.
Hari ini,
Muhammad Fauzan Ansori, seorang Penghulu di KUA Srono, genap menginjak usia 43
tahun. Di kalangan sejawatnya, pria yang akrab disapa Pak Fauzan ini dikenal
bukan sekadar rekan kerja biasa, melainkan sosok Penghulu Inspiratif
yang selalu menularkan energi positif, dedikasi tinggi, dan keteladanan dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Potong Tumpeng dan Doa Bersama
Kemeriahan
sederhana ini ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.
Kepala KUA Srono, Fahrus Shofi, dalam sambutan
hangatnya menyampaikan apresiasi yang mendalam serta untaian doa tulus untuk
sang penghulu inspiratif.
"Selamat
ulang tahun untuk Pak Fauzan yang ke-43. Beliau adalah sosok teladan di KUA
Srono yang selalu berdedikasi tinggi dalam melayani masyarakat. Semoga di usia
yang baru ini, Pak Fauzan senantiasa diberikan keberkahan umur, keberkahan
rezeki, kebahagiaan dalam keluarga, serta semakin sukses dalam kariernya,"
ujar Fahrus Shofi dengan penuh kehangatan.
Indahnya Berbagi: Borong Es
Krim Keliling Usai Salat Zuhur
Ada momen
unik dan menyentuh hati yang terjadi setelah ritual pemotongan tumpeng. Sebagai
wujud syukur atas pertambahan usianya, Muhammad Fauzan Ansori melakukan aksi
spontan yang menuai pujian. Ia memborong seluruh dagangan seorang penjual es
krim keliling yang kebetulan saat itu sedang beristirahat dan menjalankan
ibadah Salat Zuhur di masjid yang berada tepat di sebelah Kantor KUA Srono.
Saat
ditemui di sela-sela kegembiraan tersebut, Muhammad Fauzan Ansori mengungkapkan
rasa syukurnya dengan penuh kerendahan hati:
"Alhamdulillah,
hari ini saya diberikan rezeki umur oleh Allah SWT. Syukuran ini tidak perlu
mewah, karena esensi utamanya adalah nikmatnya berbagi kebahagiaan dengan
sesama. Kebetulan tadi melihat bapak penjual es krim sedang salat di masjid
sebelah, jadi langsung saya borong semua es krimnya untuk dinikmati bersama
teman-teman kantor dan warga yang sedang mengurus administrasi di KUA. Semoga
bisa membawa berkah untuk semuanya."
Teladan
Nyata di Hari Bahagia
Aksi
spontan Pak Fauzan memborong es krim keliling ini menjadi potret nyata bahwa
kebahagiaan terbesar tidak diukur dari mewahnya sebuah perayaan, melainkan dari
seberapa besar manfaat yang bisa kita bagikan kepada orang lain di sekitar
kita.
Langkah kecil namun berdampak besar ini menegaskan kembali mengapa sosok Muhammad Fauzan Ansori begitu dicintai dan dinilai inspiratif oleh rekan sejawat maupun masyarakat Srono. Di tengah kesibukannya mengawal keabsahan pernikahan warga, ia tetap meluangkan waktu untuk menularkan kebahagiaan sederhana yang mendinginkan suasana, semanis es krim yang dibagikannya siang itu.
Selamat
Ulang Tahun, Pak Fauzan! Barokah umur, barokah rezeki, barokah keluarga, dan
sukses selalu dalam karier! (idear)

