KUA SRONO, BANYUWANGI,
4 Juni 2026 – Cinta sejati rupanya tak
mengenal batas usia. Setidaknya, itulah kalimat yang paling menggambarkan
suasana hangat yang menyelimuti prosesi pernikahan antara Kadir (67) dan Siti Astutik (56)
pada hari Kamis ini.
Meski
rambut telah memutih dan usia tak lagi muda, binar bahagia di mata kedua
mempelai tak kalah indahnya dengan sepasang remaja yang sedang dimabuk asmara.
Prosesi Akad Nikah yang Khidmat
Prosesi
akad nikah yang berlangsung di Kecamatan Srono ini dipimpin langsung oleh
Kepala KUA Kecamatan Srono. Suasana di dalam ruangan seketika berubah hening
dan penuh khidmat saat kalimat ijab kabul mulai digaungkan. Dengan satu tarikan
napas yang mantap, Kadir resmi mempersunting Siti Astutik sebagai pendamping
hidupnya di usia senja.
Begitu kata
"Sah!" berkumandang dari para saksi, senyum kebahagiaan langsung
merekah luas dari wajah kedua mempelai.
Dihadiri Anak, Cucu, dan
Seluruh Famili
Pernikahan
ini terasa sangat istimewa dan emosional karena dihadiri oleh seluruh keluarga
besar. Tak hanya saudara dan famili dekat, anak-anak hingga para cucu dari
kedua belah pihak turut hadir menjadi saksi bersatunya cinta "Aki dan
Nini" ini.
"Melihat
mereka tersenyum lepas seperti ini adalah kebahagiaan luar biasa bagi kami
anak-cucunya. Di usia senja, mereka berhak mendapatkan teman hidup untuk saling
menjaga dan berbagi cerita," ungkap salah satu anggota keluarga yang
hadir.
Simpul
Bahagia yang Menginspirasi
Pernikahan
Kadir dan Siti Astutik menjadi bukti nyata bahwa mendayung bahtera rumah tangga
dan mencari kebahagiaan bisa dilakukan kapan saja, tanpa perlu memandang angka
usia.
Seusai akad nikah terlaksana, simpul bahagia terpancar jelas dari kedua mempelai saat mereka memamerkan buku nikah kepada para tamu undangan. Kini, Kadir dan Siti Astutik siap melangkah bersama, menikmati sisa hari tua mereka dalam ikatan suci yang penuh berkah.(idaer)
