KUA SRONO - BANYUWANGI 7 Juli 2026 – Kantor Urusan
Agama (KUA) Kecamatan Srono kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka
perselisihan rumah tangga. Pada Selasa pagi (7 Juli 2026), KUA Srono menggelar
kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin (catin) yang
dipusatkan pada penguatan fondasi ketahanan keluarga.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala KUA Srono, Fahrus Shoffi, menegaskan betapa krusialnya pemahaman
regulasi dan esensi pernikahan sejak dini. Ia berharap setiap pasangan tidak
hanya sekadar siap secara fisik dan finansial, tetapi juga matang secara mental
dan spiritual.
"Kami sangat berharap para calon pasangan pengantin ini dapat
benar-benar memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban suami istri. Mengerti
peran masing-masing adalah salah satu kunci utama terciptanya keharmonisan
rumah tangga yang langgeng," ujar Fahrus Shofii di hadapan para peserta.
Empat Pilar Ketahanan Keluarga
Hadir sebagai pemateri utama, Penyuluh Agama Islam KUA Srono, Iskandar, S.H.I., membedah strategi jitu dalam menjaga
biduk rumah tangga agar tetap harmonis dan terhindar dari konflik destruktif.
Iskandar menekankan empat poin penting yang harus dipraktikkan setelah menikah
nanti:
- Komunikasi
Terbuka:
Kejujuran dan komunikasi rutin mengenai segala aspek kehidupan, termasuk
keterbukaan dalam mengelola masalah keuangan.
- Saling
Menghargai:
Memupuk sikap mu'asyarah bil ma'ruf, yaitu
kewajiban memperlakukan pasangan dengan cara yang baik, penuh kasih
sayang, dan adil.
- Manajemen
Konflik:
Saat terjadi perbedaan pendapat, penyelesaian harus dilakukan dengan
kepala dingin, fokus pada solusi bersama, dan menekan ego masing-masing.
- Kebersamaan: Meluangkan waktu
berkualitas (quality time) bersama pasangan
dan anak-anak demi membangun ikatan emosional yang kuat.
Antusiasme Tinggi Peserta
Suasana bimbingan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusias.
Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait dinamika
kehidupan pasca-nikah.
Rasa syukur dan puas pun mengalir dari para calon pengantin yang hadir.
Salah satunya diungkapkan oleh pasangan Shonia dan Dica Prayoga, catin asal
Desa Rejoagung – Srono dan desa Kumendung - Muncar.
"Kami berdua merasa beruntung dan sangat senang bisa ikut kegiatan
pagi ini. Materi yang disampaikan Pak Iskandar benar-benar membuka mata kami.
Ini menjadi bekal yang sangat berharga dan kaya manfaat bagi kami berdua
sebelum resmi melangkah ke jenjang pernikahan," ungkap Azril yang
diangguki setuju oleh Elok.
Melalui program bimbingan intensif seperti ini, KUA Srono berharap angka
ketahanan keluarga di wilayah Banyuwangi terus meningkat, sekaligus mencetak
generasi-generasi baru yang berangkat dari keluarga yang sakinah, mawaddah, wa
rahmah. (idear)
