KUA Kecamatan Muncar Hadiri Tradisi Petik Laut 2026, Kepala KUA Pimpin Doa dan BAZNAS UPZ Salurkan Santunan Yatim Piatu

Muncar, 1 Juli 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Muncar menghadiri rangkaian kegiatan Tradisi Petik Laut Muncar Tahun 2026 yang berlangsung di pesisir Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (1/7). Kehadiran KUA Kecamatan Muncar bersama para Penyuluh Agama Islam merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi masyarakat yang sarat nilai religius, budaya, dan sosial.

Pada prosesi pembukaan, Kepala KUA Kecamatan Muncar, H. Amin Maki, memimpin doa bersama yang diikuti unsur Forkopimka, tokoh agama, tokoh masyarakat, nelayan, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil laut, sekaligus memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Prosesi doa menjadi pembuka rangkaian Tradisi Petik Laut sebelum dilaksanakan arak-arakan dan pelarungan sesaji sebagai simbol rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi salah satu warisan budaya Banyuwangi yang terus dijaga dan dilestarikan.

Selain mengikuti prosesi adat, KUA Kecamatan Muncar bersama Penyuluh Agama Islam dan BAZNAS Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Muncar turut melaksanakan kegiatan sosial berupa penyaluran santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala KUA Kecamatan Muncar, H. Amin Maki, menyampaikan bahwa Tradisi Petik Laut tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan atas rezeki yang diberikan Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial.

"Tradisi Petik Laut merupakan bentuk ikhtiar menjaga rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Momentum ini juga mengingatkan kita untuk berbagi kepada sesama, khususnya anak-anak yatim piatu, sehingga keberkahan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Semoga para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, hasil tangkapan yang melimpah, dan keberkahan dalam setiap usahanya," ujar H. Amin Maki.

Melalui kehadiran Kepala KUA bersama para Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan ini, KUA Kecamatan Muncar terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memperkuat pembinaan keagamaan, mendukung pelestarian budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam, serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial melalui kolaborasi dengan BAZNAS UPZ Kecamatan Muncar.

Tradisi Petik Laut Muncar merupakan agenda budaya tahunan masyarakat nelayan Banyuwangi yang tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan ikan, tetapi juga menjadi media mempererat persatuan, gotong royong, serta memperkuat harmoni antara nilai budaya, keagamaan, dan kehidupan sosial masyarakat. (Fkr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama