KUA SRONO
—
BANYUWANGI, 23 Juli 2026- Di
era transformasi digital, Kantor Urusan Agama (KUA) Srono menghadirkan inovasi
segar dalam memberikan pelayanan publik. Menanggalkan kesan birokrasi yang kaku
dan lambat, para Penyuluh Agama Islam KUA Srono kini aktif memanfaatkan fitur TikTok Live untuk menyapa dan melayani masyarakat
secara langsung, cepat, dan interaktif dari genggaman ponsel.
Langkah kreatif ini menjadi strategi ampuh
untuk menjangkau masyarakat luas, memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah
tanpa sekat ruang dan waktu. Informasi penting seputar layanan keagamaan kini
dapat diakses publik secara transparan dan mudah.
Konsultasi
Wakaf hingga Pendaftaran ID Masjid di Layar Ponsel
Dua sosok penyuluh agama di balik aksi
digital ini adalah Iskandar dan Muh. Khoirudin. Masing-masing membawa kepakaran dan
fokus pembahasan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
·
Layanan Seputar Wakaf bersama Iskandar
Melalui akun TikTok @iskandar_penyuluh, Iskandar yang bertugas
sebagai Operator Wakaf KUA Srono memfokuskan siaran langsungnya pada edukasi
dan konsultasi perwakafan.
Dalam setiap sesi live, masyarakat dapat mengajukan pertanyaan teknis mengenai
tata cara, persyaratan, hingga hukum perwakafan. Iskandar menjawab setiap
persoalan secara rinci dan terperinci. Tak hanya itu, ia juga menyediakan
kontak personal agar warga yang berkonsultasi dapat menindaklanjuti proses
pengurusan dokumen wakaf secara resmi.
·
Layanan Kemasjidan bersama Muh. Khoirudin
Sementara itu, Muh. Khoirudin melalui akun @Irud Blora memfokuskan edukasi digitalnya pada sektor kemasjidan. Fokus utamanya adalah membimbing pengurus takmir dalam proses pendaftaran ID Masjid dan Musholla. Melalui penjelasan yang komunikatif, program ini membantu masjid dan musholla di wilayah Srono dan sekitarnya agar terdata secara resmi di sistem Kementerian Agama.
Dekat
dengan Warga, Bebas Hambatan Birokrasi
Inovasi layanan via TikTok Live ini mendapat respons positif dari para
netizen dan warga lokal. Pendekatan ini dinilai sangat membantu warga yang
memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke kantor KUA.
"Layanan publik
sudah sepatutnya adaptif dengan perkembangan zaman. Kehadiran penyuluh agama di
platform media sosial seperti TikTok bukti nyata bahwa negara hadir menyapa
warga dengan cara yang lebih ramah, terbuka, dan solutif,"
ungkap perwakilan KUA Srono.
Melalui konsistensi kedua penyuluh ini, KUA
Srono membuktikan bahwa media sosial bukan sekadar sarana hiburan, melainkan
instrumen edukasi dan pelayanan publik yang efektif dalam membangun kepercayaan
masyarakat.(idear)

