KUA SRONO - BANYUWANGI, 7 Agustus 2026 – Suasana di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono tampak berbeda pada Jumat pagi (7/8/2026). Sejak pukul 07.30 WIB, empat Penyuluh Agama Islam—Umi Ndziroh, Iskandar, Muh. Khoiruddin, dan Syaiful Bahri—sudah bersiaga dengan peralatan kebersihan di tangan. Tanpa canggung, para pengawal moral dan keagamaan masyarakat ini melepas sejenak penat rutinitas administrasi untuk menggelar aksi gotong royong masif bertajuk Program KUA Berseri (Clean, Neat, and Beautiful).
Aksi yang diinisiasi secara mandiri dan kompak ini menyasar seluruh penjuru area kantor. Langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata para penyuluh dalam menciptakan ruang pelayanan publik yang religius, asri, dan humanis.
Menyisir
Setiap Sudut: Dari Ruang Pelayanan Hingga Halaman Luar
Aksi resik-resik diawali dari dalam ruangan. Meja pelayanan, sudut tempat duduk antrean masyarakat, hingga ruang konsultasi keagamaan disapu, dipel, dan dirapikan dari debu yang menempel. Tak berhenti di area interior, aksi kompak ini berlanjut ke area luar.
Penataan taman, pembersihan rumput liar di halaman, hingga perapian fasilitas pendukung outdoor tak luput dari sapuan para penyuluh. Tak hanya sebatas ruangan dan halaman yang menjadi sasaran aksi bersih-bersih penyuluh KUA Srono pagi ini, pagar gerbang utama serta papan nama KUA di bagian depan yang menjadi icon pelayanan masyarakat juga dipoles hingga tampak resik dan segar.
"Kebersihan adalah bagian dari iman. Sebagai insan yang bertugas membina keagamaan masyarakat, kami ingin memulai keteladanan itu dari rumah kita sendiri, yaitu KUA Srono. Jika kantornya bersih dan rapi, aura positifnya akan langsung terasa oleh siapa saja yang datang," ungkap salah satu penyuluh di sela-sela kegiatannya.
Menghadirkan
Kenyamanan Maksimal bagi Masyarakat
Sebagai lembaga pelayanan publik di bawah naungan Kementerian Agama yang setiap harinya padat oleh kunjungan warga—baik untuk urusan administrasi pernikahan, bimbingan calon pengantin (catin), konsultasi zakat wakaf, hingga layanan keagamaan lainnya—faktor kenyamanan lingkungan menjadi prioritas utama.
Kekompakan Umi Ndziroh, Iskandar, Muh. Khoiruddin, dan Syaiful Bahri pagi ini membuktikan bahwa peran Penyuluh Agama Islam tidak hanya terbatas pada panggung dakwah, mimbar ceramah, atau bimbingan tatap muka semata. Aksi nyata merawat kebersihan lingkungan kantor ini menjadi simbol bahwa dakwah terpenting adalah bil hal—yaitu dakwah melalui perbuatan dan keteladanan nyata. Dengan wajah baru KUA Srono yang makin bersih, rapi, dan cerah di hari Jumat yang penuh berkah ini, KUA Kecamatan Srono siap memberikan kualitas pelayanan terbaik bagi seluruh warga masyarakat Srono dan sekitarnya.(idear)
