Bimbingan Perkawinan KUA Srono, Bekali Calon Pengantin Seni Merawat Keutuhan Rumah Tangga

 

KUA SRONO - BANYUWANGI, 9 September 2026 - Mengarungi bahtera rumah tangga ibarat melayari lautan luas yang tak pernah sepi dari terpaan ombak. Menyatukan dua kepala, dua kepribadian, dan dua latar belakang berbeda dalam satu atap merupakan proses panjang yang penuh tantangan. Mulai dari ujian komunikasi, finansial, ego, hingga adaptasi, persoalan akan selalu datang menerpa.

Menyadari pentingnya kesiapan mental dan spiritual tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Srono kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin (catin). Kegiatan ini dirancang sebagai bekal krusial agar para peserta siap menghadapi realitas kehidupan setelah akad nikah terucap.

Dalam sesi materi yang berlangsung hangat dan interaktif, para peserta tampak antusias menyimak setiap poin yang disampaikan. Pemateri Bimwin, Iskandar, S.H.I., menekankan bahwa esensi pernikahan bukanlah mencari kehidupan yang bebas dari masalah, melainkan bagaimana suami istri dapat bekerja sama sebagai satu tim untuk mendewasakan diri.

Saat bahtera rumah tangga diterpa badai perselisihan, Iskandar memberikan pesan khusus agar pasangan suami istri tidak terjebak pada sikap saling menyalahkan.

"Ketika timbul perselisihan atau pertengkaran dalam rumah tangga, jangan pernah sibuk mencari siapa yang salah. Hal itu sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah, justru malah memperkeruh suasana. Langkah terbaik adalah kedua belah pihak sama-sama menepi, membuang ego masing-masing, dan berfokus mencari solusi terbaik demi keutuhan rumah tangga. Ingat, keutuhan rumah tangga adalah yang paling utama," tegas Iskandar, S.H.I. di hadapan para peserta.

Pesan mendalam tersebut disambut hangat oleh para calon pengantin. Suasana ruang bimbingan terasa kian hidup saat para peserta diberi kesempatan berdiskusi. Senyum dan raut lega memancar dari wajah para catin yang kini memiliki pandangan lebih jernih dalam menatap masa depan.

Lina dan Iqbal, pasangan calon pengantin asal Desa Rejoagung, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini.

"Kami sangat berterima kasih atas materi yang disajikan hari ini. Penjelasannya sangat membuka mata dan membuat kami jauh lebih optimis serta siap dalam mengarungi bahtera rumah tangga kelak," ungkap Lina yang diamini oleh Iqbal.

Senada dengan hal tersebut, Saiful Munir yang hadir mendampingi calon pujaan hatinya, Leni—pasangan asal Desa Sukomaju—juga mengungkapkan rasa terkesannya setelah mengikuti jalannya bimbingan.

"Banyak sekali pencerahan yang kami dapatkan dari para pemateri. Bimbingan ini benar-benar memberikan gambaran nyata tentang bagaimana cara menyikapi konflik dan menjaga komunikasi yang sehat," tutur Saiful Munir.

Melalui bimbingan ini, KUA Srono berharap setiap pasangan calon pengantin tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki komitmen, rasa saling menghargai, dan komunikasi yang sehat sebagai jangkar utama agar bahtera rumah tangga mereka tetap kokoh berdiri dan tidak mudah karam. (idear)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama