Dalam sesi tersebut, Hilki Dwi Fatmaya hadir memberikan pemaparan materi yang komprehensif mengenai perencanaan keluarga. Pemateri mengulas secara mendalam pengertian, manfaat, hingga beragam jenis alat kontrasepsi—mulai dari pil, suntik, IUD, implan, hingga kondom—sebagai sarana krusial untuk mengatur jarak kehamilan sekaligus membina ketahanan Pasangan Usia Subur (PUS). Tidak hanya itu, edukasi mengenai gizi dan kesehatan pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) turut dipaparkan secara rinci dengan sasaran utama pencegahan stunting pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kegiatan yang berlangsung di ruang aula KUA Srono tersebut berjalan penuh kehangatan dan interaktif. Puluhan calon pengantin tampak antusias menyimak setiap penjelasan yang disampaikan, diselingi sesi tanya jawab yang hidup mengenai persiapan membina rumah tangga yang sehat dan sejahtera.
"Suasana bimbingan hari ini terasa sangat hidup dan menyenangkan, materinya disampaikan secara santai tapi langsung kena ke inti permasalahan yang sering dihadapi pasangan muda. Saya jadi makin paham betapa pentingnya menjaga gizi sejak awal kehamilan agar anak kami kelak terhindar dari stunting," ujar Risa, peserta calon pengantin asal Sukomaju.
Harapan senada juga diungkapkan oleh Ahmad, peserta calon pengantin asal Songgon, yang merasa mendapatkan wawasan baru mengenai perencanaan keluarga.
"Jujur, awalnya saya masih awam mengenai pilihan alat kontrasepsi dan bagaimana mengatur jarak kelahiran secara medis. Setelah mendengar penjelasan langsung dari pihak PLKB, kami merasa jauh lebih siap secara mental dan pengetahuan untuk melangkah ke jenjang pernikahan serta merencanakan masa depan keluarga kami," tutur Ahmad.