Kuatkan Fondasi Rumah Tangga, KUA Srono Gelar Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin


KUA Srono - Banyuwangi, 28 Oktober 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono terus menunjukkan komitmen berkelanjutannya dalam mendampingi masyarakat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Hari ini, suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai Balai Nikah KUA Srono saat belasan pasang calon pengantin mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin).

Dalam pembekalan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Srono, Iskandar, S.H.I., hadir sebagai pemateri utama. Ia mengupas tuntas berbagai dinamika serta problema rumah tangga yang kerap dihadapi pasangan muda, sekaligus membagikan kunci penting untuk mengarungi bahtera pernikahan.

Tiga Fondasi Utama Rumah Tangga

Iskandar menegaskan bahwa mengarungi kehidupan berumah tangga bukanlah sekadar perayaan sesaat, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan fondasi spiritual dan mental yang kokoh.

"Janji suci pernikahan adalah komitmen seumur hidup untuk saling mengasihi, menguatkan, dan mendampingi pasangan, baik dalam suka maupun duka," tegas Iskandar di hadapan para peserta.

Selain ikrar suci, ia menggarisbawahi dua pilar mendasar lainnya:

  • Saling Menerima: Keberanian untuk memahami kekurangan pasangan dan berproses tumbuh bersama seiring berjalannya waktu.
  • Komunikasi yang Baik: Menghindari potensi kesalahpahaman dengan cara mendengarkan secara aktif dan menyampaikan perasaan secara terbuka tanpa ego.

Materi berlanjut mengenai Tantangan Utama yang kerap dihadapi oleh umumnya Pengantin Baru

Tak hanya memberikan teori keharmonisan, Iskandar juga membedah secara realistis berbagai tantangan yang kerap menjadi ujian bagi pengantin baru di awal masa pernikahan, di antaranya:

  1. Keuangan dan Pengelolaan Uang: Tantangan dalam menyatukan pendapatan, menyelaraskan perbedaan kebiasaan belanja, membagi prioritas anggaran, hingga menyelesaikan tanggung jawab finansial pascanikah.
  2. Komunikasi dan Kesenjangan Harapan: Realitas menyatukan dua kepala saat menyadari bahwa pasangan memiliki kekurangan, kebiasaan unik, atau pola pikir yang tak selalu sejalan dengan ekspektasi awal.
  3. Pembagian Tugas Rumah Tangga: Kompromi yang adil dalam mengurus pekerjaan domestik sehari-hari seperti memasak, membersihkan rumah, hingga mencuci.
  4. Penyesuaian Kebiasaan dan Karakter: Mengintegrasikan dua latar belakang keluarga serta budaya hidup yang berbeda di bawah satu atap yang sama.
  5. Keintiman dan Waktu Pribadi (Me Time): Menyesuaikan ritme keintiman serta ruang pribadi setelah resmi berstatus sebagai suami-istri.
  6. Manajemen Konflik: Menghindari kebiasaan membiarkan emosi menumpuk atau memilih waktu dan tempat yang salah saat menyelesaikan perselisihan.

Kesan dan Suasana dari Pasangan Calon Pengantin

Suasana di dalam Balai Nikah KUA Srono terasa interaktif dan kondusif. Para peserta tampak tekun menyimak setiap pemaparan, sesekali tersenyum dan mengangguk saat materi menyentuh realitas kehidupan yang akan segera mereka jalani.

Manfaat besar dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh pasangan calon pengantin, Nova Ariska asal Parijatah Kulon dan Andrian Aqil Maulana asal Pesanggaran.

"Suasana bimbingan hari ini betul-betul hangat dan tidak kaku. Pembawaan Pak Iskandar sangat santai namun materinya dalam dan masuk akal. Kami jadi makin menyadari bahwa menikah itu bukan cuma soal momen bahagianya saja, tapi soal bagaimana kami berdua siap menghadapi masalah keuangan dan menurunkan ego ke depannya," ungkap Andrian Aqil Maulana di dampingi calon istrinya, Nova Ariska, usai sesi bimbingan.

"Sebagai calon pengantin, jujur ada rasa grogi dan ragu. Tapi setelah mendengar penjelasan tentang pentingnya terbuka dalam berkomunikasi dan saling menerima kekurangan, kami merasa jauh lebih tenang dan mantap untuk melangkah ke pelaminan," tambah Nova Ariska dengan penuh optimisme.

Melalui bimbingan ini, KUA Srono berharap setiap calon pasangan tidak hanya matang secara administratif dan hukum, tetapi juga siap secara mental, spiritual, dan sosial dalam membina keluarga yang tangguh dan bahagia. (idear)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama